Minggu, 06 November 2016

The Power Of Motivation



Takut...
sedih...
itu yang ku rasakan ketika pergi jauh meninggalkan orang tua...
namun kulakukan itu untuk menuntut ilmu, demi masa depan.

hari pertama....
hari kedua...
hari ketiga...
hari demi hari kulewati dengan rasa kesepian,
karena waktu itu belum banyak orang yang kukenal
dan semua terasa asing karena belum kenal dengan orang-orang sekitarku disini.

Hingga pada suatu saat kukenal dengan seseorang.
Dia juga sepertiku yang hidup jauh dengan orang tuanya,
dahulu dia juga merasa kesepian waktu pertama kali hidup di kos dan  jauh dari orang tua untuk mencari ilmu. Tetapi, lama-kelamaan juga mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Dulunya saya berfikir, hidup mandiri di kos itu menyenangkan, tetapi setelah aku merasakan hidup di kos dan jauh dari orang tua itu tidak enak. Karena disini saya harus bisa hidup mandiri, jaga diri baik-baik. Dan disini ketika aku salah tidak ada yang mengingatkan seperti waktu hidup bersama orang tua.

Setelah kumelihat temanku itu, akupun berfikir "Jika ingin suskses maka saya berjuang, berusaha, berdoa, dan tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Karena didunia ini tidak ada yang instan serta harus mengambil resiko walaupun jauh dengan orang tua". 

Semenjak itu aku merasa semangat dan terus berjuang demi masa depan. Saya harus menjadi kebanggan orang tua. Meskipun terkadang masalah datang menghampiri, tapi aku tetap berusaha sabar dan optimis bahwa aku bisa melewati itu semua. Karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha.

Dengan adanya suport dari  orang tua, kakak, saudara bahkan teman dekat. Disini saya selalu bersikap positive thinking. Saya bersyukur karena masih bisa kuliah, karena diluar sana banyak teman sebayaku yang tidak bisa melanjutkan pendidikan sepertiku. Jadi, bersyukurlah bagi kamu yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan pernah sia-siakan waktumu dengan hidup berfoya-foya dan tidak bermanfaaat demi menggapai masa depan yang cerah.

Setelah 3 semester lamanya aku hidup mandiri di kos, saya bisa merasakan arti dari kesederhanaan, kemandirian hidup jauh dari orang tua. Tetapi aku mengambil sisi positivnya dengan mengambil hikmah tersendiri. Dalam hal ini, saya bisa merasakan persaudaraan yang sangat erat padahal tidak ada hubungan darah sama sekali. Dengan adanya teman kos yang berasal dari berbagai daerah, yang dulunya tidak kenal, sekarang menjadi teman dekat, dan bisa lebih dari itu seperti saudara.

Saran dari saya, selesaikan pendidikanmu dengan sungguh-sungguh untuk mencapai nilai yang memuaskan, dan membuat orang tua bangga yang jerih payah membiayai pendidiakanmu dengan susah payah.








1 komentar:

  1. hidupkan lagi tulisan anda mbak...belajar menulis dan menulis lagi...biar yang baca jadi baper.....btw tetap good job dah..

    BalasHapus